Contoh Ceramah Singkat dan Kultum Ramadan Terbaru, Tema: 5 Keistimewaan dan Keutamaan Puasa Ramadan

- 21 Maret 2023, 16:40 WIB
Ini contoh ceramah singkat dan Kultum Ramadan tentang
Ini contoh ceramah singkat dan Kultum Ramadan tentang /Rayn L/ pexels

SEPUTARLAMPUNG.COM - Simak contoh ceramah singkat dan Kultum Ramadan tentang "5 Keistimewaan dan Keutamaan Puasa Ramadan" di bawah ini.

 

Teks ceramah singkat ini dapat dijadikan referensi untuk Anda ketika akan memberikan Kultum Ramadan.

Sebentar lagi Ramadan 1444 H/2023 M akan datang. Berdasarkan Maklumat Muhammadiyah, awal Ramadan jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023.

Sementara itu pemerintah akan melakukan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1444 H/2023 pada Rabu, 22 Maret 2023.

Baca Juga: Ini 24 Negara Kontestan Piala Dunia U-20 yang Akan Berlangsung di Indonesia 20 Mei 2023, Ada Timnas Israel

Sebagai persiapan selama Ramadan, ini contoh ceramah singkat dan Kultum Ramadan untuk referensi para khotib maupun ustadz yang akan menyampaikan ceramah.

Teks ceramah singkat dan Kultum Ramadan ini dirangkum Seputarlampung.com dari laman resmi Kemenag.

Contoh Ceramah Singkat dan Kultum Ramadan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil'alamin. Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadan 1444 H/2023 M sudah tiba. Sebagai umat Islam, kita wajib menyambutnya dengan sukacita. Menahan lapar dan haus dalam kondisi biasa barang tentu adalah hal yang berat. Sebab, fitrah manusia adalah memenuhi hajat hidupnya.

Baca Juga: Referensi Khutbah Jumat Edisi Spesial Ramadan 2023, Jangan Meremehkan Shalat!

Tetapi, hal itu akan menjadi terasa indah dan nikmat, jika semuanya dilandaskan pada keyakinan bahwa ini adalah perintah dari Allah SWT yang wajib diimani.

Fadilah dan keutamaan yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan adalah janji Allah SWT. Beberapa keutamaan puasa sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah SAW., sebagai berikut:

 

1. Mendapat Balasan Langsung dari Allah

Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW., bersabda: "Allah 'Azzawajalla berfirman -dalam hadits qudsi: "Semua amal perbuatan anak Adam-yakni manusia- itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai -dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: "Sesungguhnya saya adalah -sedang- berpuasa.”

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan: Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahKu Allah. Puasa adalah untukku (Allah) dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya."

Baca Juga: Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Ini Tata Cara dan Adab Berkunjung ke Kuburan, Boleh Duduk di Atas Makam?

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Setiap amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuh ratus kali lipatnya." Allah Ta'ala berfirman: "Melainkan puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya. Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesyahwatannya, juga makanannya semata-mata karena ketaatannya pada perintahKu. Seorang yang berpuasa itu mempunyai dua macam kegembiraan, sekali kegembiraan di waktu berbukanya dan sekali lagi kegembiraan di waktu menemui Tuhannya. Sesungguhnya bau bacin mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."

2. Masuk Surga Melalui Pintu Rayyan

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW., bersabda: "Barangsiapa yang menafkahkan sepasang binatang yakni dua ekor kuda, lembu ataupun unta dalam kepentingan fisabilillah maka ia akan dipanggil dari semua pintu surga dengan ucapan: "Hai hamba Allah, inilah yang lebih baik." Maka jikalau seorang itu dari golongan ahli salat, ia akan dipanggil dari pintu salat. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli puasa, ia akan dipanggil dari pintu Rayyan. Artinya, puas atau kenyang minuman. Barangsiapa yang termasuk dalam ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah."

Baca Juga: Teks Materi Kultum atau Ceramah 1 Ramadhan 2023 Terbaru dengan Tema Manfaat Menahan Sabar di Bulan Puasa

Abu Bakar RA berkata: "Ya Rasulullah, tidak ada kerugian sama sekali bagi seorang yang telah dipanggil dari pintu-pintu itu, tetapi apakah ada seorang yang dipanggil dari semua pintu itu?" Beliau SAW. menjawab: "Ya, ada dan saya mengharapkan agar Anda termasuk dalam golongan orang yang dipanggil dari semua pintu tadi," (muttafaq 'alaih).

Dari Sahl bin Sa'ad RA., dari Nabi SAW., sabdanya: "Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan. Artinya: puas dan kenyang minum. Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat. Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: "Manakah orang-orang yang berpuasa." Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorangpun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa. Jikalau mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itupun ditutup, sehingga tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya," (muttafaq 'alaih).

3. Sehari Berpuasa Dijauhkan 70 Tahun dari Neraka

Dari Abu Said RA.: "Rasulullah SAW., bersabda: "Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fisabilillah -yakni semata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah-, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya -yakni dirinya- karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka," (muttafaq 'alaih).

Baca Juga: Ide Materi Ceramah atau Kultum Ramadhan 2023 Singkat Tema: Dampak Lingkungan yang Buruk terhadap Manusia

4. Diampuni Dosa-dosa Terdahulu

Dari Abu Hurairah RA. bahwasanya Nabi SAW., bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu," (muttafaq 'alaih).

5. Ada Keberkahan saat Makan Sahur dan Berbuka

Dari Anas RA. berkata: Rasulullah SAW., bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan,” (HR Muslim).

Dari Sahal bin Saad RA: Bahwa Rasulullah SAW., bersabda: “Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (HR Muslim).

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW. bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka."

Demikian contoh ceramah singkat dan Kultum Ramadan tentang "5 Keistimewaan dan Keutamaan Puasa Ramadan".***

Editor: Dzikri Abdi Setia

Sumber: Kemenag


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x