19 Tahun Perang, Pemerintah Afghanistan dan Taliban Kini Siap Berdamai

- 3 Desember 2020, 11:30 WIB
Ilustrasi kehidupan masyarakat Afghanistan yang damai tanpa perang.
Ilustrasi kehidupan masyarakat Afghanistan yang damai tanpa perang. /Pixabay/Karl Allen Lugmayer/

Baca Juga: Jelang Pilkada Serentak, Pengawas TPS di Lampung Jalani Tes Cepat, 185 Orang Reaktif

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengucapkan selamat kepada kedua belah pihak atas ketekunan dan kemauan untuk menemukan kesamaan.

Ia juga mengatakan, Amerika Serikat akan bekerja keras dengan semua pihak dalam mengejar pengurangan kekerasan dan gencatan senjata yang serius.

Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad mengatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui perjanjian tiga halaman yang mengatur aturan dan prosedur untuk negosiasi mereka pada peta jalan politik dan gencatan senjata yang komprehensif.

Diketahui, kesepakatan tersebut muncul setelah diskusi berbulan-bulan di Doha, ibu kota Qatar, dalam negosiasi yang didorong oleh Amerika Serikat.

Baca Juga: Warga Solok Dikejutkan Dua Ekor Harimau yang Masuk ke Permukiman Warga

Di Afghanistan, kedua belah pihak masih berperang, dengan serangan Taliban terhadap pasukan pemerintah terus berlanjut.

Taliban telah menolak untuk menyetujui gencatan senjata selama tahap awal pembicaraan, meskipun ada panggilan dari ibu kota Barat dan badan-badan global, yang mengatakan bahwa itu hanya akan diambil jika jalan ke depan untuk pembicaraan telah disepakati.

Utusan PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons menyambut baik perkembangan positif yang terjadi antara Taliban dan pemerintah.

“Terobosan ini harus menjadi batu loncatan untuk mencapai perdamaian yang diinginkan oleh semua rakyat Afghanistan,” kata dia. ***

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x