Khutbah Jumat Terbaru Hari Ini 19 November 2021, Tema Gerhana Bulan menurut Islam dan Tata Cara Shalat Gerhana

19 November 2021, 10:40 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat tentang Gerhana Bulan/ /pixabay/chiplanay

SEPUTARLAMPUNG.COM - Simak contoh naskat/teks Khutbah Jumat hari ini, 19 November 2021 yang bertema gerhana bulan dalam pandangan Islam.

Adanya fenomena gerhana bulan sebagian yang akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada hari ini, Jumat, 19 November 2021 maka perlu disimak isi teks Khutbah Jumat dengan tema gerhana bulan di bawah ini.

Selain menjelaskan tentang fenomena gerhana bulan menurut Islam, teks Khutbah Jumat di bawah ini juga membahas tentang niat dan dan tata cara shalat Gerhana.

Baca Juga: Surat An-Nas 1-6 Bacaan Arab, Latin, Terjemah, Tafsir, dan Keutamaan Membacanya: Salah Satunya Penangkal Sihir

Beberapa wilayah di Indonesia akan menyaksikan fenomena gerhana bulan sebagian pada malam ini, Jumat, 19 November 2021.

 

Berikut isi teks Khutbah Jumat, 19 November 2021 tentang Gerhana Bulan, dikutip Seputarlampung.com dari laman resmi suaramuhammadiyah.id:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَا لْأَرْضَ وَاخْتِ لَا فَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي ا لْأَلْبَابِ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُوَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ

مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَ أَحْسَنُ نَدِيًّا. وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا

مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْ ئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا

الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُاللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَىاللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَاللهُتَعَالَى : وَمِنْ ءَاٰيَتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُۚ

لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَ لَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّه ٱِلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Jamaah shalat gerhana bulan yang terhormat.

Kita patut bersyukur dipertemukan dengan gerhana bulan. Gerhana adalah peristiwa alam. Peristiwa tersebut sebagai tanda kebesaran Allah. Gerhana bukan karena mati atau hidupnya seseorang. Bukan pula bulan dimakan raksasa. Menurut istilah fikih disebut khusuf.

Bulan beredar mengitari bumi. Lama perjalanannya dalam satu putaran sinodis adalah satu bulan atau rerata 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik.

Gerhana bulan ialah tertutupnya sinar matahari oleh bumi sehingga bulan berada di dalam bayang-bayang bumi. Gerhana bulan terjadi saat matahari, bumi dan bulan berada pada atau dekat garis lurus di mana bulan terletak di belakang bumi dan bumi berada di antara matahari dan bulan. Waktunya pas malam purnama.

Gerhana bulan ada yang total dan ada yang sebagian. Gerhana bulan total terjadi bila bayang-bayang kerucut bumi menutup semua permukaan bulan. Sedang gerhana bulan sebagian terjadi jika bayang-bayang kerucut bumi hanya menutupi sebagian.

Baca Juga: Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT di Balik Gerhana Bulan: Contoh Teks Khutbah Terbaru Jumat, 19 November 2021

Tuntunan syari tentang gerhana bulan telah ditetapkan dalam muktamar tarjih XX di Garut. Dasarnya hadis dari Abu Masud. Nabi SAW telah bersabda. Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang, tetapi dua tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihatnya, maka berdirilah dan kerjakan salat.

Cara melaksanakan salat hendaknya imam menyerukan as-salaatu jaamiah. Salat dilaksanakan secara berjamaah, bersuara nyaring tanpa azan dan ikamah.

Kemudian imam memimpin orang banyak mengerjakan salat dua rakaat.

Rakaat pertama dimulai dengan takbir, iftitah, fatihah dan disunnahkan membaca surat Al-Baqarah atau setara dengan 286 ayat.

Rukuk pertama membaca tasbih sebanyak 250 kali. Berdiri bakda ruku. Membaca Fatihah dan surat Al Imron atau setara dengan 200 ayat.

Rukuk kedua membaca 200 tasbih. Berdiri iktidal sami Allahu liman hamida. Sujud pertama membaca 250 tasbih. Duduk diantara dua sujud. Sujud kedua membaca 200 tasbih.

Berikutnya berdiri melaksanakan rakaat kedua. Takbir, Fatihah dan disunnahkan membaca surat An Nisa atau setara dengan 176 ayat. Rukuk ketiga membaca tasbih sebanyak 150 kali. Berdiri bakda ruku.

Membaca fatihah dan surat Al Maidah atau setara dengan 120 ayat. Rukuk keempat membaca 100 tasbih. Berdiri iktidal sami Allahu liman hamida rabbana wa lakal hamdu. Sujud ketiga membaca 150 tasbih.

Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021, Inilah Sejumlah MITOS Gerhana Bulan, Ada yang Dikaitkan dengan Kiamat

Duduk diantara dua sujud. Sujud keempat membaca 100 tasbih. Dilanjutkan tasyahud dan salam. Demikian salat khusuf menurut Imam Syafii.

Waktu pelaksanaan gerhana bulan yakni saat terjadinya gerhana sampai berakhirnya gerhana atau terbitnya matahari.

Orang yang melaksanakan salat gerhana adalah orang yang berada di kawasan gerhana. Sedangkan orang di kawasan yang tidak mengalami gerhana tidak melakukan salat kusufain. Ibnu Taimiyah menegaskan. ‘Sesungguhnya salat gerhana tidak dilaksanakan kecuali apabila kita menyaksikan gerhana itu.”

Setelah salat gerhana mari kita dengarkan khutbah. Mari kita bertasbih memuji tanda kebesaran Allah. Dalam Suarat al-Hadid ayat 1 disebutkan:

سَبَّحَ لِلَّه مَِا فِي السَّمَاوَاتِ وَا لأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sementara dalam Surat al-Isra ayat 44 dinyatakan:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَا لْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَۚ إِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَٰلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِۗنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Baca Juga: Contoh Khutbah Gerhana Bulan, Jumat 19 November 2021 Singkat Terbaru: Cara Muslim Menghadapi Ujian Kebenaran

Lebih dari itu lakukan zikir, doa dan istigfar. Perbanyak sedekah. Berlomba-lombalah dalam amal kebajikan. Dalam momen gerhana bulan ini pula kita dianjurkan untuk bersujud kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya:

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat [41]: 37).

Dalam tataran praktis, ada yang memaknai perintah sujud pada ayat tersebut sebagai perintah untuk melaksanakan shalat gerhana sebagaimana yang kita lakukan pada malam hari ini. Momen gerhana bulan juga menjadi wahana tepat untuk memperbanyak permohonan ampun, tobat, kembali kepada Allah sebagai muasal dan muara segala keberadaan.

Baca Juga: TEKS Khutbah Jumat 19 November 2021, Spesial Edisi Gerhana Bulan: Tanda Kebesaran Allah SWT

Semoga fenomena gerhana bulan kali ini meningkatkan kedekatan kita kepada Allah subhânahu wata‘âlâ, membesarkan hati kita untuk ikhlas menolong sesama, serta menjaga kita untuk selalu ramah terhadap alam sekitar kita. Wallahu a’lam.

بَارَكَاللهلِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَاللهُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ،

وَ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُاللهَالعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُوَاللهُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ

وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَفِيْمَا

أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّاللهَ أَمَرَكُمْ بِ أَمْرٍ بَدَ أَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّاللهَوَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى

يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّىاللهُعَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآ ئِكَ

وَرُسُلِكَ وَمَلآ ئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي

التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُ ؤْ مِنِيْنَ وَاْلمُ ؤْ مِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْ لإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَ أَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ

وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ

اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَا ئِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا

حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ! إِنَّاللهَيَ أْمُرُنَا

بِاْلعَدْلِ وَاْ لإِحْسَانِ وَ إِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَاْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ

عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرْ__

Fenomena gerhana bulan hari ini merupakan fenomena Gerhana ke-45 dari 71 Gerhana dalam Seri Saros-126.

Dilansir Seputarlampung.com dari lama resmi LAPAN, disebutkan bahwa Gerhana bulan sebagian akan di awali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00.20 WIB, / 14.00.20 WITA/ 15.00.20 WIT.

Kemudian, fase awal sebagian akan terjadi pada pukul 14.18.21 WIB/ 15.18.21 WITA/ 16.18.21WIT. Sedangkan untuk fase puncak akan terjadi pada pukul 16.02.53 WIB/17.02.53 WITA/ 18.02.53 WIT.

Gerhana Bulan sebagian yang terjadi hari ini, Jumat, 19 November 2021 hanya dapat disaksikan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk wilayah bagian timur Indonesia.

Itulah contoh naskah/teks Khutbah Jumat terbaru hari ini, 19 November 2021, yang bertema gerhana bulan dalam pandangan Islam, lengkap dengan tata cara shalat Gerhana.***

Editor: Desy Listhiana Anggraini

Sumber: suaramuhammadiyah.id

Tags

Terkini

Terpopuler